Atmosfer Badai Fung Wong Berdampak Terhadap Cuaca di Indonesia

KoranKini.com | Jakarta – Meski tidak langsung melintasi wilayah Indonesia, aktivitas atmosfer badai Fung Wong dinilai dapat memicu fenomena cuaca ekstrem di beberapa daerah. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan potensi dampak tidak langsung badai Fung Wong terhadap cuaca di Indonesia.
Ahli klimatologi BRIN, Erma Yulihastin, mengatakan Fung Wong diprediksi menjadi superstorm dengan kecepatan angin 120 kilometer per jam.
“Karena ukurannya besar dan berlangsung lama, pasti ada pengaruh terhadap cuaca di sekitarnya,” ujarnya, Selasa (11/11).
Menurut Erma, Indonesia kemungkinan akan merasakan dampak tidak langsung berupa pembentukan badai vorteks. “Ini dapat mengaktifkan sistem vorteks di perairan barat Jawa dan Sumatra,” katanya.
Erma menambahkan situasi tersebut mengingatkan pada peristiwa Siklon Tropis Seroja (2021) yang menimbulkan bencana besar di Nusa Tenggara Timur.
“Ketidaksiapan kita saat itu sangat besar, padahal pembentukannya sudah terlihat sejak enam bulan sebelumnya,” ucapnya.
Erma menjelaskan fenomena atmosfer seperti gelombang Rosby dan Madden Julian Oscillation dapat memicu pembentukan siklon di wilayah tropis. Jika kondisi laut cukup hangat, energi dari laut dapat memperkuat pusaran udara menjadi badai besar.
“Meskipun langka, badai yang terbentuk di Laut Banda atau Maluku bisa berdampak ke wilayah NTT dan sekitarnya,” ujarnya. Erma juga menyoroti pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Sirine dan alat pemantau di pesisir sangat penting,” katanya menegaskan.
Begitu air naik secara tidak wajar, lanjut dia, alarm harus berbunyi.
Menurut Erma, BRIN telah mengembangkan inovasi prediksi musiman untuk mendeteksi kemungkinan terbentuknya siklon hingga enam bulan ke depan. Ditambahkannya bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dapat membantu mendeteksi potensi badai sejak dini.
Badai tropis Fung-wong sebelumnya telah memaksa 1,4 juta penduduk Filipina mengungsi, Selasa (11/11). Dikenal juga sebagai Topan Uwan oleh warga lokal, badai tersebut memiliki kecepatan angin hingga 185 kilometer per jam.
Badai Fung-wong kini bergerak menjauh dari Filipina dan menuju ke arah selatan. Pusat badai diperkirakan akan melintasi ujung selatan Taiwan pada Rabu (12/11) malam.




