Nasional

Harga Cabai Rawit Mengalami Penurunan

KoranKini.com | Jakarta – Harga cabai rawit nasional mengalami penurunan pada pekan ketiga November 2025, hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti. Ia mengatakan harga turun 7,06 persen dibanding bulan Oktober.

“Selanjutnya adalah cabai rawit masih dalam tren menurun secara nasional,” katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Jakarta, Senin (24/11/2025). Ia menjelaskan rata-rata harga cabai rawit kini berada di Rp42.083 per kilogram, masih sesuai rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen.

Di mana HAP konsumen di batas bawah sebesar R40 ribu per kilogram. Sedangkan HAP di batas atasnya Rp57 ribu per kilogram.

Namun ia mengingatkan masih ada daerah dengan harga cabai rawit yang sangat tinggi. Ia menegaskan beberapa wilayah di Papua mencatat harga tertinggi nasional.

Amalia menjelaskan harga cabai rawit tertinggi mencapai Rp200.000 per kilogram di pekan ketiga November. Ia menyebut Kabupaten Nduga menjadi wilayah dengan harga tertinggi.

Ia menambahkan Intan Jaya dan Pegunungan Bintang juga mencatat harga tinggi. Ia mengatakan dua wilayah itu berada di atas Rp140 ribu per kilogram.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III, Akhmad Wiyagus meminta pemda mewaspadai pergerakan harga pangan di daerah. Ia mengatakan kenaikan harga harus dipantau ketat berbasis data aktual.

Ia menegaskan pemda perlu menentukan langkah cepat menjaga stabilitas harga. Ia menyebut koordinasi dengan pemangku kepentingan penting untuk menekan lonjakan harga.

“Jika kita melihat data ini, tentunya pemerintah daerah perlu mewaspadai tren kenaikan harga bahan pangan. Dan selalu melakukan monitoring secara terkoordinasi ya berbasis data yang aktual,” katanya.

Related Articles

Back to top button