Daerah

Enam Mahasiswa KKN Hanyut Terseret Arus Deras Sungai

KoranKini.com | Kendal – Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, hanyut terseret arus deras Sungai Jolinggo pada Selasa (04/11) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut informasi yang diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang (Basarnas Semarang), insiden tragis ini bermula saat keenam mahasiswa tersebut, di sela-sela kegiatan KKN, bermain air di aliran Sungai Jolinggo yang dikenal berbatu, sekitar pukul 13.45 WIB. Saat keenamnya asyik bermain, tiba-tiba arus deras yang dikenal sebagai “banjir bandang lokal” datang menerjang dari arah selatan.

“Diduga mereka tidak menyadari bahwa di daerah selatan sedang turun hujan deras, sedangkan area mereka bermain masih dalam kondisi mendung,” terang Budiono, Kepala Basarnas Semarang.

Kondisi tersebut membuat keenam mahasiswa tak sempat menyelamatkan diri dan langsung terseret arus sungai yang meningkat drastis.

Warga setempat yang melihat kejadian segera berupaya memberikan pertolongan sekaligus menghubungi tim SAR. Dari total enam mahasiswa yang hanyut, tiga orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Dari 6 korban yang hanyut, 3 orang berhasil ditemukan warga dalam keadaan MD, dibawa ke Puskesmas Singorojo Kendal dan 3 lainnya saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan,” imbuh Budiono.

Adapun nama-nama korban yang ditemukan meninggal dunia (MD) adalah, Riska Amalia, Syifa Nadilah dan Muhammad Labib Riski Sementara itu, tiga mahasiswa KKN UIN Walisongo lainnya yang masih dalam pencarian adalah, Bima Pranawira, Nabila Yulian Desi dan Muhammad Jibril Asyarofi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, dan relawan, terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Jolinggo. Namun, upaya pencarian menghadapi kendala serius.

“Tim terkendala arus yang masih deras dan juga air sungai yang keruh. Saat ini tim masih mengupayakan untuk bisa menemukan ketiga korban lainnya, semoga tim diberi kemudahan untuk dapat menemukan para korban,” kata Budiono.

Pihak UIN Walisongo Semarang dikabarkan telah menurunkan tim untuk mendampingi keluarga korban dan berkoordinasi langsung di lokasi kejadian.

Related Articles

Back to top button