Nasional

Cegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah, Kementrian PPPA Berkolaborasi Dengan Kemendikdasmen

KoranKini.com | Jakarta – Untuk mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memperkuat kolaborasi. Salah satunya kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kami siap berkolaborasi dengan Kemendikdasmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang melindungi, menghargai, dan mengembangkan potensi mereka. Pasalnya, membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan sebuah gerakan bersama,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi kepada wartawan usai bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) di Jakarta, Rabu (19/11).

Lebih lanjut, Arifah menekankan pentingnya peran dari keluarga dalam membentuk perilaku anak dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dalam pertemuannya,  Menteri Arifah menyambut baik pendekatan yang lebih kultural, humanis, dan tidak reaktif dalam pencegahan kekerasan.

“Ini termasuk rencana revisi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Satuan Pendidikan agar lebih partisipatif dan berperspektif perlindungan anak. Langkah ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat kebijakan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan,” ucap Arifah.

Selain itu, Arifah mengapresiasi berbagai upaya Kemendikdasmen dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari kekerasan. Salah satunya dengan memperkuat peran dari guru, pengembangan program pendidikan keluarga melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal.

“Kami menyambut baik upaya Kemendikdasmen dalam memperkuat pendekatan yang lebih humanis dan berpusat pada kepentingan anak. Ini merupakan momentum penting untuk memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh anak,” kata Menteri PPPA Fauzi.

Sementara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti maraknya kasus kekerasan masih terjadi di lingkungan pendidikan dan rumah. Ia menilai cerminan dari rendahnya kemampuan orang dewasa dalam mendengar dan menghargai anak.

“Sebenarnya memerlukan ruang untuk mereka bisa berbicara, memerlukan ruang untuk bisa mereka curhat dan berbagai kesempatan. Ini dilakukan untuk mereka mengeksplorasi diri, dan menyampaikan berbagai gagasan dan mengembangkan bakat, dan minatnya,” kata Abdul Mu’ti.

Related Articles

Back to top button