Wujudkan Kemajuan Budaya Nasional, Kemenbud Bentuk Tim Penulis Sejarah

KoranKini.com | Jakarta – Dalam rangka memajukan kebudayaan nasional, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan membentuk tim penulis untuk menyusun buku sejarah tematik tentang kerajaan-kerajaan Nusantara.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan, tim penulis buku sejarah tematik tersebut akan segera dibentuk pada Januari 2026. Penulisan akan difokuskan pada sejarah kerajaan besar Nusantara dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
“Timnya akan segera dibentuk bulan ini juga. Jadi tentang Majapahit, Sriwijaya, Samudera Pasai, dan perang mempertahankan kemerdekaan,” ujar Fadli dalam Taklimat Media ‘Refleksi 2025, Kebijakan 2026’ di Jakarta, Kamis (8/1).
Fadli menegaskan, penulisan buku sejarah tidak dilakukan langsung oleh Kementerian Kebudayaan. Pemerintah hanya memfasilitasi, sementara penulisan dilakukan oleh para sejarawan.
Ia menjelaskan, sebelumnya Kemenbud telah memfasilitasi penulisan buku sejarah Indonesia baru yang melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi. Buku tersebut saat ini tengah dalam tahap finalisasi.
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, menilai pembaruan penulisan sejarah nasional perlu dilakukan.
Ia menegaskan, buku ini diharapkan menjadi rujukan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
“Saya kira ini perlu kita tulis ya, karena ini kan hampir 13 tahun yang lalu gitu ya terakhir. Saya kira kita perlu merekonstruksi lebih komprehensif tentang perjalanan sejarah Indonesia,” ujarnya dalam dialog bersama Pro3 RRI, Kamis (8/1).
Fadli menyebut buku sejarah nasional tersebut nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk digital dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Publikasi dilakukan melalui laman resmi Kementerian Kebudayaan dan sejumlah platform lainnya.
Melalui penulisan buku sejarah tematik kerajaan Nusantara, Fadli berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai sejarah peradaban Indonesia. Sejarah dinilai penting sebagai fondasi identitas dan persatuan bangsa.




