
Korankini.com Lamongan – Kementerian Transmigrasi membuka peluang bagi pesantren dan jaringan alumninya untuk mengelola potensi ekonomi dari aset kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan kementeriannya memiliki aset tanah sekitar 3,1 juta hektare yang tersebar di 612 kawasan transmigrasi di luar Jawa dan Bali.
“Kalau dari santri mau berminat kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi, sangat boleh,” ujar Viva Yoga dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Ia menjelaskan paradigma transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dari 612 kawasan tersebut, sebanyak 154 kawasan ditetapkan sebagai lokasi prioritas nasional hingga 2029. Pengelolaannya dapat melibatkan pihak ketiga, termasuk pesantren, alumni pesantren, dan korporasi melalui skema kerja sama sesuai ketentuan.
Menurut dia, berbagai sektor dapat dikembangkan sesuai potensi daerah, mulai dari perkebunan, pertanian, peternakan, pertambangan hingga pariwisata.
Viva Yoga mencontohkan sejumlah komoditas dari kawasan transmigrasi yang telah menembus pasar ekspor, seperti durian dari Sigi, Sulawesi Tengah, rajungan dari Maluku, pala dari Teluk Bintuni, Papua Barat, dan lada dari Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Direktur Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat Gus Anas Alhifni mengatakan pihaknya siap bersinergi karena pesantren telah mengembangkan usaha di sektor pertanian, pengolahan garam industri, ritel hingga pariwisata.
“Transmigrasi itu kaitannya dengan kemandirian. Berdiri tegak itu karena punya ilmu dan mental yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Santri Sunan Drajat (Pessandra) Muhajirin mendorong santri dan alumni Sunan Drajat berani memanfaatkan peluang ekonomi agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Sebagai informasi, pernyataan Viva Yoga tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) yang digelar di Hall Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Rabu (30/9). Seminar tersebut mengangkat tema “Membangun Santri Melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Transmigrasi”.yuk.




