Internasional

The Writing Boy, Karya Yang Mengejutkan Dunia

KoranKini.com – Tahun 1774, di masa ketika listrik belum dikenal dan mesin uap baru saja berkembang, seorang pembuat jam asal Swiss bernama Pierre Jaquet-Droz menciptakan sebuah karya yang mengejutkan dunia: boneka mekanik kecil yang bisa menulis sendiri dengan pena dan tinta. Ciptaan ini diberi nama “The Writing Boy”.

Sekilas ia hanya tampak seperti boneka antik tubuh kayu, kepala porselen, mengenakan pakaian anak bangsawan. Tapi ketika mesin di tubuhnya diputar, tangan mungilnya mulai bergerak. Ia mencelupkan pena ke tinta, lalu menulis huruf demi huruf dengan kaligrafi yang rapi dan halus. Kalimat pertamanya membuat banyak orang terdiam: “Penemuku adalah Jaquet-Droz.”

Di dalam boneka itu tersembunyi lebih dari 6.000 bagian mekanik yang tersusun dengan sangat presisi. Sistem utamanya terdiri dari roda gigi, pegas, dan lempeng kam semacam pemrograman mekanik yang menyimpan urutan huruf. Teks yang ditulis bisa diatur ulang dengan menyusun ulang kam-nya, membuat boneka ini menjadi penulis otomatis pertama yang bisa “diprogram”.

Saat dipamerkan di hadapan Raja Louis XVI di Paris, robot kecil ini membuat seluruh istana terperangah. Ia tak hanya menulis, tapi juga menggerakkan kepala dan matanya mengikuti goresan pena, bahkan menggoyangkan pergelangan tangan agar hasil tulisannya tampak alami.

Banyak sejarawan menyebut automaton ini sebagai pendahulu komputer modern. Mekanismenya bekerja seperti memori baca (ROM), tempat instruksi disusun lalu dijalankan dalam bentuk fisik. Konsep ini menjadi dasar dari logika pemrograman yang digunakan pada komputer hari ini.

Hingga kini, lebih dari dua abad kemudian, “The Writing Boy” masih dapat disaksikan bekerja dengan sempurna di Museum Seni dan Sejarah di Neuchâtel, Swiss. Ia bukan hanya bukti kejayaan seni mekanik, tapi juga saksi bisu bagaimana imajinasi manusia pernah melampaui zamannya dan nyaris menyentuh masa depan.

Related Articles

Back to top button