
Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada budidaya ikan kerapu di Kabupaten Lamongan mampu menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen dan meningkatkan produktivitas lebih dari 24 persen.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan teknologi tersebut juga meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan atau survival rate sebesar 16 persen berdasarkan hasil penerapan selama sekitar lima bulan.
“Teknologi IoT memungkinkan pembudidaya memantau kadar oksigen, pH, dan salinitas air tambak sehingga kondisi lingkungan budidaya dapat terjaga dan pertumbuhan ikan lebih optimal,” katanya dalam krterengan resmi usai kegiatan penerapan teknologi digital untuk petani dan pembudidaya di Lamongan, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan pemantauan kondisi air dilakukan menggunakan perangkat yang terhubung dengan aplikasi sehingga pembudidaya dapat mengetahui perubahan kualitas air dan melakukan penanganan lebih cepat.
Menurut dia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pemanfaatan teknologi digital di sektor perikanan melalui kolaborasi dengan perusahaan rintisan (startup) dan inovator teknologi lokal.
Meutya mengatakan pengembangan teknologi tersebut selanjutnya diarahkan pada integrasi IoT dengan kecerdasan artifisial (AI) agar semakin banyak indikator budidaya yang dapat dipantau untuk meningkatkan efisiensi produksi.
“Dengan kecerdasan artifisial digabungkan dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan efisiensinya semakin bertambah,” ujarnya.
Selain menyediakan dukungan teknologi, Kemkomdigi juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada pembudidaya agar dapat mengoperasikan perangkat digital secara optimal.yuk.




