Peringatan Hari Ikan Nasional Diharapkan Bisa Menarik Investasi

KoranKini.com | Jakarta – Memanfaatkan rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional ke-12, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ingin menarik investasi sektor perikanan. Perayaan tahun ini tidak hanya seremonial, tetapi juga mendorong hilirisasi industri.
Investment and Business Matching digelar sebagai rangkaian utama peringatan Hari Ikan Nasional. Agenda ini menjadi ruang temu investor dengan pelaku usaha perikanan.
Sekretaris Jenderal KKP, Komjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho menyampaikan sambutan mewakili Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia mengundang investor dan perwakilan negara sahabat untuk menanamkan modal di sektor perikanan Indonesia.
“Pada kesempatan ini, kami mengundang perwakilan duta besar, mitra dagang negara sahabat dan para investor untuk dapat berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia,” ucapnya saat membuka secara resmi Investment and Business Matching: Accelerate National Economic Growth Through Downstreaming of Fisheries di Ballroom KKP, Jakarta, Kamis (20/11).
Rudy mengatakan forum ini diarahkan untuk menghasilkan kesepakatan bisnis dan realisasi investasi yang konkret. Ia juga menegaskan pemerintah memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan, dan stabilitas politik bagi para investor.
“Melalui kegiatan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan ingin mendorong tercapainya kesepakatan bisnis dan realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan di Indonesia,” katanya. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud menyebut acara ini menjadi momentum menarik minat investor.
Ia menyampaikan investasi diperlukan untuk memperkuat rantai usaha perikanan nasional. “Diikuti sekitar 300 peserta, kemarin yang konfirmasi itu sudah 290 lebih hampir 300 orang, yang terdiri dari peserta luar negeri, pelaku usaha seaweed company dan lainnya,” katanya.
Machmud merinci target investasi sektor perikanan pada 2025 mencapai Rp13,11 triliun. Realisasi sementara baru menyentuh Rp7,45 triliun hingga saat ini.
Investasi diyakini dapat meningkat lewat pertemuan bisnis yang mempertemukan calon investor dan calon penerima investasi. Format one-on-one meeting dipilih agar komunikasi bisnis lebih fokus dan tepat sasaran.
Manurut Machmud, sejumlah investor dari Bahrain, Belanda, Australia, Tiongkok, dan negara lain mengikuti kegiatan ini. Mereka melihat peluang investasi di bidang pengolahan, logistik, serta teknologi perikanan.
KKP berharap partisipasi internasional dapat memperkuat hilirisasi komoditas perikanan. Kehadiran lembaga pembiayaan global juga menambah daya tarik sektor ini.
Rudy berharap kegiatan ini mempercepat pengembangan industri perikanan Indonesia. Ia menegaskan forum ini menjadi langkah penting menuju sektor perikanan yang maju dan berdaya saing.
Puncak perayaan akan berlangsung pada 23 November saat Car Free Day. Kegiatan ini dirancang agar masyarakat dapat melihat langsung potensi industri perikanan.




