DaerahNasional

KLHS Identifikasi 657 Isu Strategis Dalam Pengelolaan Pantura Jawa

Korankini.com Lamongan – Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pengelolaan Pantai Utara Jawa (Pantura) mengidentifikasi 657 isu strategis yang menjadi perhatian dalam penyusunan rencana induk pengelolaan kawasan pesisir tersebut.

Perwakilan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPUJ) RI Sudarwanto Dwi Atmoko mengatakan isu tersebut mencakup aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan tata kelola yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan Pantura secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan dari 657 isu yang teridentifikasi, sebanyak 385 isu atau 58,6 persen berkaitan dengan lingkungan, 141 isu (21,5 persen) ekonomi, 79 isu (12 persen) sosial, dan 52 isu (7,9 persen) tata kelola.

“Pantura memiliki potensi ekonomi yang besar, tetapi juga menghadapi berbagai persoalan, mulai dari abrasi, perubahan kondisi hidrometeorologi hingga persoalan sosial ekonomi masyarakat,” katanya saat Konsultasi Publik I KLHS Pengelolaan Pantura Jawa di Lamongan, Selasa (22/9/2026).

Untuk wilayah Jawa Timur yang meliputi Tuban, Lamongan, dan Gresik, teridentifikasi 104 isu. Sebanyak 52 isu atau 50 persen merupakan isu lingkungan, 24 isu (23,1 persen) ekonomi, 19 isu (18,3 persen) sosial, dan sembilan isu (8,7 persen) tata kelola.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan hasil kajian tersebut perlu menjadi dasar dalam menyusun pengelolaan Pantura yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

“Ini adalah momentum untuk menyusun rencana keberlanjutan hidup masyarakat dalam jangka panjang. Kita mulai dari sekarang agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang, khususnya masyarakat di kawasan pesisir Pantura,” katanya.

Ia menyebut Lamongan memiliki garis pantai sepanjang 47 kilometer yang menjadi ruang kehidupan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan, pertanian, pariwisata, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Dalam kajian tersebut, pesisir Lamongan juga disebut rentan terhadap perubahan muka air laut. Berdasarkan penelitian yang dirujuk, kenaikan muka air laut di perairan Lamongan mencapai 2,26 sentimeter per tahun, dengan Kecamatan Paciran dan Brondong diproyeksikan menjadi wilayah yang paling terdampak.

Yuhronur mengatakan perlindungan kawasan Pantura, termasuk rencana pembangunan Giant Sea Wall, perlu diselaraskan dengan tata ruang serta kepentingan masyarakat dan kebijakan antardaerah Tuban, Lamongan, dan Gresik.yuk.

Related Articles

Back to top button