Jaring Atlet Muda Jadi Fondasi Regenerasi

KoranKini.com | Wushu telah menjaring atlet muda melalui event rutin dan mengirim mereka ke ajang internasional. Ini menjadi fondasi regenerasi yang solid.
Menuju ASEAN Games, semua atlet akan dipanggil kembali untuk persiapan intensif. Targetnya adalah tampil 200% lebih baik dari capaian sebelumnya.
Sekjen PB Wushu Indonesia dan Ketum Kickboxing Indonesia, Ngatino, mengapresiasi dukungan dan prestasia luar biasa selama SEA Games 2025. Ia berterima kasih kepada KONI, KOI, Ketua PBWI, pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang mendukung.
Ia menilai tantangan utama di ajang tersebut adalah atlet harus bertanding di tiga nomor sekaligus untuk satu medali.
“Ini tantangan, bukan-bukan ini juga menggoyahkan tentunya mental atlet,” ujarnya, Minggu (21/12).
Atlet yang baru pertama kali menghadapi format ini perlu adaptasi. Ke depan, mereka akan disiapkan untuk bertanding di dua atau tiga nomor.
Soal kualitas wasit, Ngatino menilai tidak ada isu signifikan di luar kewajaran. Wasit berasal dari berbagai negara Asia, bukan hanya Asia Tenggara. Untuk regenerasi, diperlukan persiapan jangka panjang dan berkelanjutan.
“Memersiapkan atlet itu tidak potong-potong bulan, jadi longterm,” katanya.
“Pro ini harus dilakukan,” ucap Ngatino.
Kompetisi pro akan memberi motivasi dan penghargaan finansial bagi atlet. Sistem ini telah berhasil di negara seperti Iran. Profesionalisasi diharapkan mendukung perkembangan atlet amatir.
“Ini adalah upaya untuk kematangan atlet-atlet ke depan,” pungkasnya.
Harapannya, wushu dan kickboxing dapat lebih dikenal oleh generasi muda. Olahraga ini sudah mulai digemari di kalangan tertentu. Rencana besar adalah memulai kompetisi profesional kickboxing pada 2026.




