Daerah

Fakta-fakta Penyebab 411 Pelajar dan Santri di Mojokerto Keracunan MBG

KoranKini.com | Mojokerto – Keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar, santri, dan warga di Mojokerto usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) menu soto ayam akhirnya terungkap. Hasil investigasi lintas instansi menunjukkan apa yang menyebabkan ratusan korban itu keracunan.

Dugaan menguat pada telur ayam rebus yang telah basi sebagai penyebab utama insiden keracunan. Pemeriksaan laboratorium hingga penelusuran rantai distribusi makanan menjadi dasar kesimpulan sementara tim investigasi. Berikut sederet fakta terkait kasus keracunan massal MBG di Mojokerto.

Fakta Keracunan Massal MBG di Mojokerto

1. Telur ayam rebus diduga menjadi pemicu

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel soto ayam dan muntahan korban yang dilakukan Labkesda Kabupaten Mojokerto mengarah pada dugaan telur ayam rebus basi sebagai penyebab keracunan. Temuan ini dibahas dalam rapat tertutup yang melibatkan Kodim 0815, BPOM, Polres, Dinas Kesehatan, hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

“Secara garis besar hasil diskusi kami mengarah kepada dugaan sementara karena adanya pembelian telur matang,”

2. Telur dimasak pihak ketiga

Tim investigasi menemukan telur rebus tidak dimasak di dapur SPPG, melainkan dibeli dari pihak ketiga. Telur tersebut dimasak pada Rabu (7/1/2026) malam, lalu baru dikirim ke dapur SPPG di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo pada Kamis (8/1/2026) sore, sebelum dibagikan pada Jumat (9/1/2026) pagi.

3. Puncak korban terjadi setelah Salat Jumat Investigasi mencatat jumlah korban terbanyak terjadi sekitar pukul 12.30 WIB atau setelah Salat Jumat. Lokasi dengan korban paling banyak berada di Ponpes Mahad An Nur dan Ponpes Al Hidayah, tempat distribusi menu soto ayam MBG dilakukan.

4. Total korban mencapai 411 orang

Pemkab Mojokerto mencatat total korban keracunan mencapai 411 orang. Para korban mengalami gejala pusing, mual, muntah, demam, hingga diare sejak Jumat malam hingga Sabtu (10/1/2026) pagi. Hingga Kamis malam, masih terdapat dua pasien yang menjalani perawatan inap.

Penghentian Sementara Dapur SPPG

Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah resmi ditutup sementara untuk evaluasi menyeluruh.

“Rekomendasi kepada SPPG pastinya itu akan ditutup sementara. Kemarin kami sempat diskusi juga dengan Ketua Tim Investigasi, itu ditutup sementara, akan dievaluasi,” kata Letkol Inf Abi Swanjoyo, Dandim Mojokerto.

Sementara Kepala Regional BGN Jatim Mahda Pradewa menyatakan bahwa BGN akan menentukan apakah SPPG bisa beroperasi lagi atau tutup secara permanen.

“Nanti BGN pusat yang bisa menentukan kapan dioperasikan kembali atau ditutup (secara permanen).”

Related Articles

Back to top button