Sebanyak 4.000 Tenaga Kerja Nasional Ditempatkan di Sektor Industri Jerman

KoranKini.com | Staf Khusus Menteri Perindustrian bidang Konektivitas dan Pengembangan Sistem Logistik, Emmanuel Lestarto Wanandi bersama dengan Plt. Konsul Jenderal RI di Frankfurt, Toary Worang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Tenriawaru Elite International dengan Aurelium Global Talent GmbH di Frankfurt, Jerman pada Rabu, 25 Februari 2026.
Kementerian Perindustrian mendukung penuh penempatan 4.000 tenaga kerja nasional untuk mengisi sektor industri di Jerman. Langkah strategis ini bertujuan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam persaingan di tingkat global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penguatan kualitas tenaga kerja merupakan kunci utama transformasi industri. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendorong posisi Indonesia pada rantai nilai global secara signifikan.
“Kemenperin mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja industri agar memiliki keterampilan, disiplin, dan kemampuan adaptasi. Dengan SDM yang unggul, industri nasional akan semakin kompetitif dan mampu berperan aktif dalam rantai pasok global,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Pemerintah memberikan apresiasi tinggi terhadap nota kesepahaman penempatan tenaga kerja yang berlangsung di Frankfurt. Kerja sama tersebut melibatkan perusahaan nasional dengan mitra global untuk memenuhi kebutuhan industri modern saat ini.
Staf Khusus Menteri Perindustrian Emmanuel Lestarto Wanandi mengatakan kesepakatan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan dunia internasional. Potensi sumber daya manusia Indonesia kini semakin diakui oleh negara maju seperti Jerman melalui kolaborasi ini.
“Kami mengapresiasi kedua pihak atas langkah strategis ini. Penandatanganan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi sumber daya manusia Indonesia dan penguatan kerja sama Indonesia-Jerman di sektor industri,” ujar Wanandi.
Mitra kerja sama internasional memberikan mandat untuk menempatkan sekitar 4.000 tenaga terampil asal Indonesia di Jerman. Program ini membuka akses luas bagi pekerja nasional guna memperdalam keahlian pada industri skala internasional.
Wanandi menjelaskan pemerintah siap memperkuat standar kompetensi serta penjaminan mutu pelatihan bagi para calon pekerja. Sertifikasi profesi akan diselaraskan agar setiap individu memiliki profesionalisme tinggi sesuai tuntutan pasar tenaga kerja Jerman.
“Kami siap memperkuat keselarasan standar kompetensi, penjaminan mutu pelatihan, serta kerangka kerja sertifikasi. Hal tersebut untuk memastikan bahwa pekerja Indonesia yang ditempatkan di luar negeri menjunjung tinggi profesionalisme dan keunggulan,” kata Wanandi.
Pembangunan talenta industri yang memiliki daya saing global saat ini telah menjadi prioritas strategis pemerintah nasional. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sangat bergantung pada kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi percepatan transformasi teknologi industri.
Wanandi menegaskan komitmen Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) untuk memperkuat pendidikan vokasi serta program penghubungan dengan dunia usaha. Pelatihan berbasis kompetensi dijalankan secara intensif guna memenuhi standar kualitas yang diakui oleh mitra industri luar negeri.




