Nasional

Pemerintah Targetkan Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Maritim

KoranKini.com | Jakarta – Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi, menyebut sektor perikanan dan kelautan memiliki daya serap tenaga kerja lebih tinggi. Menurutnya, sektor ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja besar melalui investasi sektor maritim, termasuk pembangunan lebih dari 1.500 kapal nelayan di dalam negeri. Proyek ini dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja luas karena sektor maritim bersifat padat karya.

 “Kalau kita bicara sektor pelayaran, nelayan, itu adalah sektor yang sebenarnya lebih padat karya dibanding sektor-sektor lain. Misalnya ketika kita membandingkan dengan sektor energi,” ujar Fithra, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata. Karena itu, ujarnya, sektor pertanian dan perikanan menjadi prioritas karena melibatkan banyak tenaga kerja.

Menurut Fithra, pembangunan industri juga harus mengarah pada penciptaan nilai tambah tinggi. Pemerintah, kata dia, turut mendorong kerja sama teknologi, termasuk pengembangan industri semikonduktor bersama perusahaan global.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Ia menyebut kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industry enjadi kunci keberhasilan penyerapan tenaga kerja.

“Tentunya skill yang dipunyai tenaga kerja itu harus sesuai dengan kebutuhan pabrik. Kalau misalnya skill-nya itu kategori A tapi tidak bisa memenuhi, maka tidak bisa terserap,” ujar Esther.

Ia menyebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prasyarat utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, dukungan modal dan penguasaan teknologi juga menentukan daya saing industri nasional.

Menurut Esther, investasi di sektor maritim harus diimbangi penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi. Langkah ini penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi peluang kerja baru secara optimal.

Related Articles

Back to top button