Internasional

Pemkab Lamongan Dorong UMKM Manfaatkan Pemasaran Digital

Korankini.com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha di tengah perubahan pola perdagangan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pelaku UMKM perlu meningkatkan kapasitas usaha dan beradaptasi dengan perkembangan ekosistem bisnis digital agar mampu menjaga keberlangsungan usahanya.

“Sekarang iklim usaha sudah berubah. Ada e-commerce, Shopee, TikTok Shop, hingga fitur keranjang kuning yang bisa dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen lebih luas,” katanya, Kamis (22/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Nasabah PNM Cabang Lamongan di Lamongan, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal, tetapi juga kemampuan pelaku usaha mengembangkan bisnis dan mengikuti perubahan perilaku konsumen.Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lamongan hingga Oktober 2026, jumlah UMKM di daerah tersebut mencapai 157.740 unit.

Sepanjang tahun ini, sebanyak 450 UMKM telah mendapatkan pembinaan, antara lain terkait pengemasan dan fotografi produk untuk mendukung pemasaran digital.Selain pembinaan, pemerintah daerah memfasilitasi legalitas usaha untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.

Tercatat sebanyak 56.153 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah terbit, disertai 18.004 sertifikat halal dan 30 izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pada 2026, pemerintah daerah juga memfasilitasi penerbitan sembilan hak kekayaan intelektual (HKI), pendampingan HKI bagi 40 pelaku usaha, serta 154 sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (PIRT).

Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Lamongan Budianto mengatakan kegiatan PKU Akbar merupakan bagian dari pendampingan untuk meningkatkan kapasitas nasabah dan membantu mereka mengembangkan usaha.

Kegiatan bertema “Berdaya Bersama, Berdampak Nyata” tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas nasabah PNM, Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), serta pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan.

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, PNM berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan mengelola bisnis dan menghadapi tantangan usaha yang terus berkembang.

Related Articles

Back to top button