
Korankini.com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat senilai sekitar Rp2,79 miliar dari Baznas Gresik, Jawa Timur, dan Baznas Republik Indonesia.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah bersama Baznas untuk membantu masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami terus mendorong inovasi untuk hadir di tengah masyarakat, seperti Program Z-Tea berupa rombong, modal, dan alat usaha untuk disabilitas. Ini menjadi inovasi terbaru dan semoga ke depan ada peningkatan,” katanya usai menyerahkan bantuan, Jumat (9/10/2026).
Baznas Kabupaten Gresik menyalurkan bantuan Rp673 juta, antara lain beasiswa kepada 996 siswa dan mahasiswa, bantuan kursi roda, Program Z-Tea untuk dua penerima, serta subsidi listrik bagi 50 veteran.
Beasiswa tersebut terdiri atas 560 siswa SD/MI, 200 siswa SMP/MTs, 75 siswa SMA/SMK/MA, 77 mahasiswa internal, dan 84 mahasiswa eksternal.
Sementara itu, Baznas Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan Rp138,4 juta berupa Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) untuk enam mahasiswa, perbaikan lima rumah, enam rombong dorong, serta bantuan air bersih.
Dari Baznas RI, bantuan senilai Rp1,978 miliar disalurkan melalui Program Z-Mart untuk 50 toko kelontong, Z-Auto untuk tiga bengkel, Balai Ternak Baznas bagi 20 penerima, dan Baznas Microfinance Desa (BMD).
Fandi berharap Program Gresik Cerdas dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Kami berharap tidak ada lagi anak Gresik yang tidak dapat bersekolah atau kuliah karena terkendala kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur Muhammad Ghofirin mengatakan sinergi antara Baznas dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar penyaluran zakat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi H. Syarifudin mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah program baru pada 2027 dengan menekankan dampak penyaluran zakat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Indikator pendistribusian bukan sekadar banyaknya dana yang masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Ia menambahkan penyaluran zakat tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.yuk.




