Daerah

PT PAL Siapkan Galangan Lamongan Untuk Kapal Perang Tanpa Awak

KoranKini.com | Lamongan – PT PAL Indonesia menyiapkan fasilitas galangan kapal di Desa Sidokelar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, untuk pengembangan kapal baru, termasuk kapal perang tanpa awak.

Ketua Tim Penyertaan Modal Negara (PMN) PT PAL Indonesia Uut Tata Wijaya mengatakan pengembangan galangan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kapasitas industri maritim nasional.

“Untuk awal baru perbaikan, tapi nantinya juga ada pembuatan kapal baru. Kalau ada kebutuhan kapal baru, bisa dilakukan pembangunan di sini,” katanya di Lamongan, Rabu (23/9).

Ia menjelaskan fasilitas tersebut pada tahap awal akan menangani perbaikan kapal dengan panjang hingga 60 meter dan selanjutnya dikembangkan hingga 100 meter, termasuk kapal komersial dan kapal untuk kebutuhan pertahanan.

Menurut Uut, kondisi perairan Sidokelar yang memiliki kedalaman memadai juga mendukung kegiatan pengujian kapal berukuran besar, termasuk kapal perang dan kapal selam.

Ia mengatakan lokasi Sidokelar dipilih setelah PT PAL melakukan survei di belasan wilayah, mulai Batam, Kalimantan hingga daerah lainnya. Kawasan tersebut dinilai memiliki pengalaman sebagai galangan kapal, garis pantai panjang dan kondisi perairan yang mendukung.

Uut menyebut potensi pasar perbaikan kapal di Jawa Timur masih besar. PT PAL mencatat sekitar 22.891 kunjungan kapal setiap tahun, sedangkan kapasitas galangan yang tersedia baru sekitar 984 kapal atau 4,29 persen.

“Yang bisa ditangani di Jawa Timur tidak sampai lima persen. Maka peluang pasar galangan repair masih sangat besar,” ujarnya.

Pengembangan fasilitas tersebut menggunakan PMN sebesar Rp427 miliar dan ditargetkan mulai beroperasi akhir 2026 atau awal 2027.

PT PAL juga menyiapkan pelibatan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pendidikan khusus bagi calon pekerja. Selain itu, perusahaan akan memperhatikan aktivitas nelayan serta menyiapkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Uut mengatakan pengembangan galangan juga diarahkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah melalui lapangan kerja, aktivitas usaha pendukung serta penguatan ekonomi biru.

“Sudah ada MoU dengan warga desa untuk kerja sama ke depannya, sehingga PT PAL dan masyarakat bisa saling membantu untuk maju bersama,” katanya.

Related Articles

Back to top button